Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

The Lost Forbidden Love Returns 2, Kekasih yang Terbuang

Kembalinya Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Seasion 2 - Novel Series



Bebebs.com - Demi rinai hujan terus melaju meski kukatakan berhenti, adakah lebih menyiksa dari pada sangat cinta hanya tidak bisa menyapa. Adakah lebih gersang dari pada sayang yang hilang? Adalah Ia memilih kamu dan aku tidak bisa menahan rindu.

Adakah sepi dari pada air mata membanjiri pipi hanya tidak dimengerti. Adakah lebih pilu dari pada rindu tidak bisa menyatu. Meski selalu bersama dalam suka dan duka hanya tidak sanggup bersuara.


Betapa sunyi saat hati remuk ditinggal pergi? Lebih menyiksa lagi justru cinta bersemi. Hanya kamu satu-satunya yang paling mengerti bagaimana cara mencintaiku. Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Seasion 2


The Lost  Forbidden Love Returns 2, Kekasih yang Terbuang


Prolog


Bercucuran air mata membanjiri pipi, perih tiada terkira, remuk memporakporandakan minda. Perasaan dalam hati datang tidak tau diri saat semuanya tidak tepat situasi. Menyakitkan!



Cerita Sebelumnya, Bayangan Bidadari


Waktu seolah berhenti saat Anya dalam dekapan Raditya yang tanpa sengaja kini tubuh itu menindihnya. Jantungpun bergetar saat sorot mata saling menatap mengikat seperti magnet dengan kutub yang berbeda.

Hampir saja bibir manis Anya menyentuh bibir Raditya, begitu dekat begitu kuat. Kuat untuk segera mengecupnya. Raditya bisa saja melumat bibir Anya tanpa ampun. Akan tetapi entah mengapa justru bayangan Dita yang ada dalam pikiran Raditya.

"Maaf ...'' ujar Putra Surya mendorong gadis cantik begitu saja. Tentu saja Anya malu dengan apa yang telah terjadi. Segera bola matanya mencari cara mengalihkan suasana ganjil itu. Neutron-neutron dengan cepat merangkai koneksi dalam minda saat Anya melihat foto Papanya Raditya yang masih terpajang rapi sejajar dengan foto-foto keluarganya di dinding.

"Papa loe dulu ganteng juga ya, Dit? Pantes menurun ke anaknya. Gue bahkan tak tau siapa kedua orang tua gue," entah mengapa bibir Anya begitu mudah mengurai kata-kata yang justru menorehkan seribu luka kenangan. Kepedihan dalam hati Raditya merindukan kasih sayang seorang papa semakin menguat.

Papa yang tidak tau dimana rimbanya. Bahkan untuk zarah ke kuburanya pun tidak tau. Apakah papanya Raditya masih hidup. Lalu kemana saja selama ini jika memang Urya masih ada?

"Jadi masak gak, Anya?"
"Iya jadi. Biar gue aja yang masakin loe. Tapi loe kudu janji kalau gak enak jangan ngedumel ya?"
"Iyain aza dah."

Bercanda manja masak di dapur justru bukan Anya yang masakin Raditya melainkan sebaliknya. Ternyata cowok ganteng itu pandai memasak, mungkinkah itu warisan bakat dari Surya. Begitu juga dengan gadis-gadis cantik yang selalu ingin mendapatkanya.

Waktu terus berjalan, Anya hanya memandangi Raditya yang begitu lincah menjadi koki menyiapkan semua masakan di atas meja. Betapa dalam hati Anya bertekad bagaimana'pun caranya ia harus bisa mendapatkan hati Raditya. Bahkan jika kalau memang terpaksa dan diperlukan, mahkota suci siap ia persembahkan untuk pangeran pujaan hatinya itu.

Ah ... tidak. Bagaimana mungkin seorang gadis yang masih duduk dibangku SMA bisa mempunyai pemikiran seperti tidak semestinya? Mungkinkah seorang Anya rela melakukan hal semacam itu? Seharian penuh gemericik hujan tidak kunjung juga reda hingga berganti malam.


Apakah semua itu melalui hujan adalah cara semesta untuk menyatukan kerinduan? Hasrat anak remaja begitu tinggi, sedikit saja membuncah dan bisa tidak terkendali.


Kini tinggalah mereka berdua dalam rumah elite, ruangan besar dan modern, jika berteriakpun tidak akan terdengar dari luar. Belum lagi mamanya Raditya tidak mungkin pulang ke rumah. Setanpun turun bersama butiran-butiran air hujan menyuruh manusia berpesta pora sepanjang malam. Apakah lingkaran karma itu akan terjadi pada Raditya putra Surya?

Kekasih Tak Dianggap


"Apa tidak bisa menahan sedikit saja menahan pesona kilaumu, Raditya? Agar aku tidak lumpuh di depanmu. Rasanya, aku memang sudah tak sanggup mengendalikan hatiku mengatur di depanmu.

Tak bisa lagi mengendalikan jantungku yang berdetak lebih kencang saat berada di sisimu. Apa aku tidak boleh jatuh cinta padamu? Jawab. Boleh ya Raditya? Plesase."

Gadis paras bidadari bumi sesatya rekta ing embanan masih mematung. Rambut lurus seperti serutan sekam, mata sayu wajahnya paduan pasundan-turk itu betapa cantiknya saat semuanya hening. 

"Loe, ngelamunin apan sih, Nya?" Sebuah tanya membuat lamunanya terbuyar.

"Gak ada, kok. Loe gak kesepian tinggal di rumah segede gini, Dit?"

"Yah mau bagaimana lagi. Jujur, sebenarnya aku ingin punya adik perempuan. Mau gak, loe jadi adik perempuan gua?"


Bagaimana bisa Raditya begitu mudah mengurai pertanyaan  yang bersumber ketidakpekaan tanpa dosa? Anya seketika harapannya seakan runtuh. 


"Ya.." Anya memberikan  anggukan dan senyum untuk menutupi rasa kecewa. Ia harus jaga hati! Tersebab luka hati, sakit hati dan patah hati tidak ditanggung BPJS kesehatan. 


Bagaimana tidak sakit? Selama ini, Anya  hanya dianggap adiknya saja. Tidak... Sangat  tidak adil. Apa yang dilakukan Raditya  itu jahat.

"Beneran loe mau? Ya udah, nanti gue bilangin ama mama agar loe tinggal di sini."

"Berarti mulai sekarang, gua panggil loe,  kakak ya?" Suara Anya parau, sekuat tenaga menutupi rasa, tetap saja perasaan itu hadir tidak tau diri. 

"Terserah loe aja. Yang penting loe nyaman," ucap Raditya  memeluknya.  Sebuah pelukan hangat pria tampan yang membuat jantung Anya bekerja lebih ektra dan tidak beraturan.


"Kak Raditya, kenapa kamu sangat mempesona. Apa kamu tidak tau ini sangat menyiksaku? Sebagai kekasih yang dianggap adik, aku hanya bisa mengalah pasrah."

Lebih misterius lagi, meski dada Anya sakit amat bercokol-dongkol. Ia selalu tidak berdaya, pelukan Raditiya menentramkan. 

Anya membalas dengan pelukan lebih erat, lebih kuat. Bukit sejajar kembar mestinya jaga jarak, kini justru menghantam dada Raditya. Seketika isi minda buyar-bubar ambyar melenakan. 


"Ayuk, gua tunjukin kamar loe di lantai dua. Nanti tinggal loe rapiin dan bersihin aja. Besok gua bantu bawain barang-barang loe kesini"

"Tapi.. Apa mama ngijinin?"
"Mama?"

Anya dalam hati berteriak kencang: iya mama, aku harusnya calon menantunya. Bukan putri angkatnya . 

"Iya mama," balas Anya tersenyum getir. 
"Tenang aja. Entar gua yang urus."

Malam itu Anya tidur di tempat lelaki yang sangat ia cinta meski hanya menganggapnya  sekedar adik. Bukan masalah, bagi Anya yang terpenting adalah bisa selalu berada di dekat Raditya  sudah cukup. Lagi pula selama ini Anya  tidak punya siapa-siapa kecuali Kak Reza dan keluarga di Panti.


"Siapa sih aku? Hanya apalah-apalah tak jelas asal usulnya. Raditya menganggapku sebagai adiknya, bukankah itu suatu anugrah. Anugrah yang justru menjadi musibah. Karena kini jalanku mendapatkan cintanya semakin sulit."

Bagaimana Anya bisa percaya dengan cinta? Sedangkan kini ia  membencinya. Betapa banyak orang bahagia atas kenikmatan yang diraihnya, akhirnya terkoyak oleh cinta.


Malam rabu  yang seharusnya indah bagi Anya, justru menjadi kelabu.  Ia berusaha menyembunyikan galau di hatinya sekuat tenaga. Tetapi percuma saja menyembunyikan perasaan di depan Rayon lewat percakapan telepon. 


Cowok ganteng itu punya indra kesepuluh, khusus untuk menembus dinding kalbu Anya!
Akhirnya Anya mengaku dan menceritakan hubungannya dengan Raditya yang kini menjadi kakaknya. 

Lebih dari itu,  Anya juga menceritakan perasaannya  pada Raditya,  setelah memberlakukan sensor ketat di sana-sini. Rayon  terdiam mendengarkan cerita panjang kali lebar. 


Rayon  memang telah lama menduga bahwa antara Anya  dan anak sultan  itu terjadi sesuatu yang lebih dari sekedar persahabatan. Tetapi ia tidak pernah punya bukti.


Bagaimanapun juga Raditya adalah sahabat terbaik Rayon. Terkadang mereka bersaing menjadi siswa populer, terkadang pula bekerja sama dalam tim basket melawan sekolahan lain. 

Rayon selalu menaruh hormat kepada anak sultan  yang tampak selalu ceria tetapi juga penuh wibawa.  Kini, melihat dan mendengar Anya bercerita tentangnya, Rayon  merasa dadanya bergemuruh. Cemburu. Iri. Sakit hati. 


“Kenapa loe  baru cerita sekarang?” tanyanya ketus 
“Karena loe  tidak pernah bertanya,” jawab Anya, berusaha menyembunyikan kagetnya mendengar Rayon  berucap dengan nada ketus. Baru kali ini ia mendengar nada itu di suara Rayon. 

"Kenapa gak nyatain perasaan loe yang sebenarnya ke Raditya?"  ujar  Rayon, kini dengan nada sinis.

 Anya segera mematikan teleponnya. Ia menyadari sikap Rayon berubah. Selama ini Rayon adalah teman yang nyaman diajak bicara. 

Jelas sekali Rayon tidak kalah tampan dari Raditya. Ia juga anak tunggal dari keluarga berpunya. Anya hanya tidak ingin persahabatan Raditya dan Rayon hancur karena dirinya.


Selain itu perasaan tidak bisa dibohongi. Hati Anya hanya untuk Raditya, selamanya. Raditya yang bisa membuat hidup Anya lebih berwarna. Hanya Raditya yang selalu memenuhi isi minda.

Anya menggeletakan tubuhnya setelah bosan tidur  miring. Kamar tidurnya masih terang, seterang hayalnya menerawang keawang-awang.


Ah, tiba-tiba darah Anya  berdesir karena rasanya ia masih bisa merasakan harum  tubuh pemuda itu. Bau yang kini mulai diakrabinya: segar dan penuh aroma kejantanan.  

Ah, kini ia  mulai membayangkan Raditya menjadi suaminya, keluh Anya dalam hati. 


Anya masih ingat betapa pemuda itu teramat-dekat dalam pelukan  luapan perasaan yang apa adanya. 

Betapa menggairahkannya pelukan  itu! Raditya  melakukannya dengan sepenuh hati, sehingga rasanya tidak setengah-setengah.

Ketika pemuda itu mengelus punggungnya, ia melakukannya dengan penuh perasaan, membuat dirinya terbuai-buai bagai tidur di atas awan di angkasa sana.

Mengalir begitu saja, tanpa sadar Anya memeluk guling erat-erat. Ia dengan mudah bisa merasakan kembali kehangatan  itu. Tidak  mungkin  bisa melupakannya. Tidak pula ia bisa melupakan betapa melandai-landai yang kenyal membentur dada bidang cowok tampan itu.

Oh, itulah benturan  yang tidak kalah menggetarkan  dari pelukan. 


Kehangatan pelukan Raditya  seperti penuh oleh energi pembakar sukma yang mengirimkan jutaan bulir kenikmatan ke seluruh tubuhnya. Tanpa  sadar, Anya  mengerang kecil, meremas guling  dengan kedua tangannya. 


Kerelaanku Hanya Bisa Mencintaimu 


Demi angin malam  yang berhembus kelam, hari ini aku tengah memikirkanmu. Secepat kilat merambat bayang senyum menyebalkanmu memenuhi minda, dada dan mata. Mendesah resah menatap kesunyi malam hari,  menyembunyikan rindu darimu kekasih hati. 


Teruntuk pangeranku yang namanya selalu ada dalam hati.  Sekali saja,... bisa'kan? Sekali saja lihat aku di sini yang masih saja begitu bodoh menunggu pelukan hangatmu.  Sangat sadar, aku bahkan rela meneteskan air mata darah, karena mencintamu adalah kerelaanku.

Apapun yang terjadi nanti, kamulah pangeranku

Bukan kecantikan paras atau molek tubuh, apalagi  kekayan yang akan aku berikan. Sebab aku hanya punya sekeping hati yang akan kupersembahkan  seutuhnya untukmu hingga kita menua renta bersama. 


Kasih, lihatlah dihadapanku telah terbentang sebuah kehidupan yang mampu kuraih dengan hiasan menjadi sesuatu yang indah lagi agung. Sebuah kehidupan yang terbangun sejak kita bersama. Kemarin, hari ini, lusa hingga maut menyapa membawa kita ke surga. 

Sial, ia memilih kamu dan aku tidak sanggup untuk menahan rindu. Pada akhirnya yang tersisa hanya harapan saja, tidak lebih 

Memang salahku, maaf  kamu lupa, memperbaiki yang patah mungkin hanya membuatku sembuh, tapi tak akan membuatnya utuh.

Semuanya sudah terlanjur sakit tanpa alasan

Mengapa semua menjadi begini menyakitkan? Aku tidak tau dengan perasaanku sendiri, dilepas tidak rela, ditahan menyakitkan, berjuang pupus harapan. 

Sayang... Aku rindu kamu, merindukan semua tentangmu. Senyum, tawa dan pelukanmu adalah nafasku. Hanya kamu yang mampu membuatku bahagia, pangeranku. 

Berbagi bahagia  dan tangis  bersama-sama, tapi....

Kenapa kamu siksa aku seperti ini? Jangan paksa aku untuk memilihmu menjadi kakakku, bagiku kamu pangeranku. Calon ayah untuk anak-anak kelak kita nanti. 

Lihat aku sebagai bidadarimu, sekali saja. Bisa kan?

Lihat aku sebagai calon bidadari surgamu yang sangat cinta tanpa tersentuh pamrih. 

Karena Luka Terlahir dari Orang yang Dianggap Istimewa

Terjatuh? Sudah biasa, hanya sakitnya tidak sepedih ini. Bertahan terlalu perih, melangkah terlalu letih, apa yang harus kulakukan?

Cukup sudah, jangan kamu siksa aku menjadi adikmu. Ini sangat tidak adil, sangat tidak adil? Aku tau hanya gadis tidak jelas keluarganya. Tapi aku sangat jelas mencintaimu, hari ini, lusa dan selamanya.... 


Anya  seperti merasakan lagi kehangatan itu di dadanya. Gesekan nilon tipis pakaian tidurnya tiba-tiba seperti mewakili pelukan terhangat. 

"Kenapa jadi begini? Keluh Anya  sambil mengerang lagi, lalu memiringkan badannya. 

“Kak Raditya,” bisiknya perlahan sambil menelungkupkan muka ke bantal, “Apa yang telah kamu lakukan kepadaku?”


Semakin malam, di langit banyak sekali ada bintang. Anya di dalam kamar tengkurap. Ia belum  menyerah pada keadaan. 
Babak pertama telah dimulai. 
Mari membuka  layar baru lagi. 

Next

Daftar Isi Novel


The Lost Forbidden Forbidden Love Returns 2
(Season 2 )


BAB 1




Bagian 11, Bagian 12, Bagian 13, Bagian 14, Bagian 15

Bagian 16, Bagian 17, Bagian 18, Bagian 19, Bagian 20


BAB 3


Bagian 21,  Bagian 22, Bagian 23, Bagian 24, Bagian 25

Bagian 26, Bagian 27, Bagian 28, Bagian 29, Bagian 30

 

BAB 4


Bagian 31,  Bagian 32, Bagian 33, Bagian 34, Bagian 35

Bagian 36, Bagian 37, Bagian 38, Bagian 39, Bagian 40

 

BAB 5


Bagian 41,  Bagian 42, Bagian 43, Bagian 44, Bagian 45

Bagian 46, Bagian 47, Bagian 48, Bagian 49, Bagian 50  

Baca cerita sebelumnya 

Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? (Season 1)



Series 

The Last Forbidden Love ( Trailer) 



Terimakasih untuk semua pembaca setia bebebs yang sudah mengikuti cerita novel ini. Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. 
Bebeb Admin
Bebeb Admin Admin Bebebs Belajar Bersama Bisa Comunity

3 comments for "The Lost Forbidden Love Returns 2, Kekasih yang Terbuang"

  1. never ending stories... kapan timitnya laaahh... 🤪🤪🤪

    ReplyDelete
  2. Keren, banyak bab nya, semakin seru 🤩

    ReplyDelete
  3. Perminggu donk boss ku..
    Gak tahan kalo sebulan sekali, apalg season 1 tanggung sisa 9, semangat ya ��

    ReplyDelete