Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pencarian Anak Terbuang, The Lost Forbidden Love Returns 2 Episode 4

Novel Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Seasion 2, Episode 4



Cinta Terlarang2 - Bebebs.com - Rindu kerapkali menjadi pilu, haruskah itu  alasan menjadi masa lalu? Pada senja-senja kesepian, perasaan dimainkan rasa saat teringat semuanya. Hujan-hujan air mata membasuh dada, merana.

"Apakah Papa masih hidup?" 

Sebuah pekik tanya Raditya pada foto pernikahan orang tuanya. Dinding-dinding masih saja membisu tanpa kata seolah menyembunyikan suara dari waktu.

Air matanya meleleh bersama hujan kerinduan di musim kemarau yang gersang. Anak laki-laki mana yang tidak ingin di lihat sang ayah? Jangankan kasih sayang seorang ayah, di mana kuburnya pun tidak tau.

Pencarian Anak yang Terbuang 


Satu persatu neuron-neuron dalam minda merangkai koneksi tanya akan wajah seseorang  tidak asing seperti dalam foto ayahnya. Sosok laki-laki yang di temui di rumah sakit. 

"Apa itu mungkin?" 

Keluh Raditya dalam hati. Ia tergesa meraih laptop di atas meja lalu menghidupkanya. Jemarinya bergegas mengetik satu kata pada mensin pencarian google. Dalam hitungan beberapa detik satu persatu informasi terpapar di layar datar.





Beruntunglah satu nama akun fb Lea di temukan lalu di add-lah pertemanan. Satu persatu di telusuri foto-foto Lea dengan seksama. Hingga jemarinya terhenti pada satu foto keluarga Lea saat liburan.

Kedua manik Raditya memaksa memandangnya lama untuk beberapa saat. Seolah tidak percaya, kenapa foto papanya Lea mirip dengan foto ayahnya?"

"Anya...!" Teriak Raditya memanggil dari ruang tengah.

"Iya Kak..."balas Anya kaget. Ia pun berjalan menghampiri Raditya tergopoh, "ada apa, Kak?" imbuhnya.

"Kemarin aku sudah bercerita padamu 'kan?  Tentang menolong anak kecil yang kecelakaan." 

"Iya, Kak. Lantas?" Kanya berbalik bertanya, mengernyitkan kening bingung.

"Lihat foto laki-laki ini!" Seraya Raditya menunjukan salah satu foto keluarga Lea.

"Iya ada apa, Kak?"
"Lihat baik-baik, Nya."
"Iya.. Aku sudah lihat. Ada apa sih? Adek jadi penasaran."
"Wajahnya mirip gak dengan foto Papa?"

Beberapa saat, Anya memperhatikan foto-foto papanya Raditya dan Lea. Wajahnya, rambutnya, tubuhnya memang sangat mirip.

"Mirip banget, Kak!" ucapa Anya tidak percaya seraya menelengkupkan ke dua tangan di muka.

"Masalahnya adalah papannya  Lea itu bernama Bayu bukan Surya. Kenapa aku gak ngeh ya?" 

Raditya nyengir kuda sambil garuk-garuk kepala.

"Mungkin itu hanya kebetulan saja, Kak," balas Anya menghibur Raditya. 

"Aku minta, kamu jangan cerita pada siapapun tentang semua ini. Ini rahasia kita berdua."

"Iya, Kak. Adek janji."

"Makasih ya..!" ucap Raditya sembari mencium pucuk rambut gadis cantik berkulit putih itu.

Permainan Aneka Warna  Rasa 


Sejenak Anya hanya mematung duduk di atas sofa tiga dudukan pada ruang keluarga tengah yang dihiasi beragam warna, bentuk, tekstur,  dan pola.

Warna kehidupan yang membentuk karakter dari seseorang akan selalu melahirkan pola. Sedangkan tekstur dari sebuah pola akan selalu terpengaruhi oleh warna kehidupan.

Jika bisa memilih maka Anya tidak akan berharap mendapat kasih dari Radiya yang telah menganggapnya sebagai adiknya sendiri.

Jika bisa memilih maka Alena tidak akan menunggu Urya yang tidak tau entah di mana.

Jika bisa memilih maka Eva akan melupakan Urya yang telah mengkhianati cintanya meski telah bertahun-tahun lamanya.

Jika bisa memilih maka Gina tidak akan merubah Urya menjadi Bayu agar menikahinya bahkan meminta Angela untuk menjadi bagian keluarga.

Jika bisa memilih maka Angela tidak akan mau berbagi ranjang dengan Gina bahkan diam-diam hatinya untuk Bayu.

Setiap manusia selalu ingin hidup bahagia bersama dengan yang tercinta namun kenyataanya adalah cinta sendiri adalah sumber penderitaan. Lucunya adalah penderitaan hanya akan sembuh karena cinta dan itulah sebuah pola.

Saat semua tidak ada pilihan maka itulah sebenarnya sebuah pilihan. Karena hidup selalu ada pilihan.

Anya melemparkan pandangannya pada photoframe yang menghiasai dinding dengan beragam subjek sebagai artwork gallery. Kedua manik matanya hanya tertuju pada satu foto saja dengan isi minda tersumbat tanya dan tanya.

Kehadiran Gadis Penakluk Rasa 


Terdengar suara bel memangil membangunkan lamunannya. Kepala Anya yang bersandar pada bahu Radityapun tergesa di angkat lalu membuang muka melihat pintu depan.

"Benar ini rumahnya Raditya?" Sebuah tanya gadis cantik setelah pintu depan rumah terbuka.

"Ya benar. Loe siapa?" 

Anya menyambutnya bingung. Gadis berparas  pasundan-jawa terlihat begitu jelita, sorot matanya sama seperti Raditiya.

"Kenalin gue, Lea,'' ucapnya menjulurkan tangan memperkenalkan diri.

"Anya, adiknya Raditya," balasnya seraya mempersilahkan Lea duduk di kursi pada teras depan. 

"Makasih, Kak," kata Lea melempar senyum tipis. Kemudian duduk di kursi.

"Lea? Angin apa yang membawa loe datang kemari?" 

Raditya bertanya ramah, kemudian duduk bersebelahan dengan Anya.

"Gak ada, Kak. Gue... atas nama keluarga cuma mau bilang terimakasih."

"Sama-sama. Udah gak usah dipikirin. Santai aja kali. Bagaimana keadaan, Anni?" Raditya menatapnya tajam. 

Salah Paham  Perasaan yang Salah 


Setiap inci wajah Lea di pandanginya dengan seksama. Seperti ada sesuatu yang menarik dalam benak Raditya. Mungkinkah Lea adalah adiknya? 

Sementara gadis cantik berdarah Sunda-Jawa itu  pikiranya pun mulai salah paham. Tatapan Raditya membuat detak jantung Lea berantakan. Perasaan macam apa itu?

Alasan sebenarnya Lea datang ke rumah Raditya bukanlah untuk sekedar mengucapkan kata terima kasih.  Sebenarnya diam-diam ia mulai  menyukai kakak kelas yang baru lulus ujian itu.


Anya pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin untuk di suguhkan. Derap langkah kakinya terhenti di balik pintu mengintip Lea dan Raditya yang sedang asyik mengobrol.

Matanya terus mengawasi setiap detail kulit, rambut, mata dan seluruh tubuh Lea untuk di bandingan dengan Raditya. Seolah tidak percaya, ternyata banyak kemiripannya meski begitu tipis. Meskipun mereka ada kemiripan dalam bentuk fisik namun tidak bisa dikatakan saudara? 

"Silahkan di minum, Lea." Suguh Anya.
"Makasih ya, Kak."
"Loe  berapa saudara, Lea?"
"Dua bersaudara. Gue anak pertama dan Anni adik gue kedua yang kemaren di tolong, Kak Radit."

Semendadak mobil BMW dengan cat hitam mengkilat masuk ke halaman rumah Raditya setelah pintu pagar depan di bukakan. Turunlah putri cantik Dita dari dalam mobil mengenakan kaca mata hitam bak bintang korea.

Mungkinkah takdir melakukan konspirasi untuk menyatukan saudara-saudara yang telah tercerai-berai selama ini? Meski begitu, mereka tidak ada yang tau sama sekali. Ikatan kasih sayang kakak-adik mereka anggap itu adalah cinta kepada kekasih.

Baik Anya, Dita dan Lea akan berebut cinta Raditya untuk menjadi kekasihnya. Mungkin Putra Surya yang pertama itu bisa menikahi Anya nantinya. Masalahnya adalah Raditya sudah jatuh cinta dengan Dita.

Alena mamanya Dita adalah satu-satunya wanita yang paling di benci oleh Eva mamanya Raditya. Sedangkan Lea tidak tau sama sekali bahwa mamanya dulu adalah seorang gadis panggilan.

Rahasia  Keluarga  Kanya Anan Tasya 


Rahasia yang tersembunyi tentang kebenaran orang tua Anya yang selama ini menganggap mereka telah tiada.

Mamanya Kanya 19 tahun yang lalu.

Hari itu adalah hari jumat, setelah hang out bersama Anan untuk merayakan kemenangan sebuah tender besar di perusahaan. Seperti biasa, Tasya menginap di salah satu hotel langganan mereka. 

"Aku sudah melakukan testnya, Nan.  Aku hamil," kata Tasya menjelaskan pagi itu.

Anan  langsung terdiam, duduk di sudut ruangan di dekat kulkas.

"Tidak mungkin! Itu bukan anakku!"

Dia masih terdiam menundukan kepala. Tasya tidak tau harus berbuat apa? Umurnya dua puluh empat tahun, masih muda, belum menikah dan sedang berkarier.

Pagi itu  mengetahui kenyataan bahwa ia  hamil. Tasya tidak ingin menangis saat alat tes itu menunjukan positif..... baca serita sebelumnya 

Bidadari Bumi Dita Velovena 


Kaos putih polos motif bunga dengan bawahan celana pendek menambah penampilan Dita semakin stylish. Kulit pahanya yang putih bermandikan sinar mentari saat berjalan membuat semakin seksi dan berkilau.

Sepasang manik Raditya membelalak tanpa  berkedip,  jantung berdegup kencang tidak beraturan. Seolah tidak percaya Dita yang selalu judes ternyata bisa secantik bak bidadari bumi  turun dari kayangan.

"Kak Dita?" 

Sapa  Lea setelah sampai di teras depan.

Dita hanya membalasnya dengan anggukan kecil kemudian duduk di kursi tanpa dipersilahkan.

"Udah lama di sini, Lea?"

"Baru saja, Kak."

Jalan Anya mendapatkan Raditya semakin susah karena kini dia tau harus bersaing dengan dua cewek cantik yang baru datang itu. Dengan hati dongkol, ia harus berpura-pura tersenyum dihadapan mereka semua.

"Liburan nanti, loe  mau kemana, Dit?"
"Belum ada rencana, Ta. Gak tau Anya ingin kemana? Gue ma ngikut aja," balas Raditya memandang  Anya.
"Gue ma terserah Kak Raditya aja."

Bagi  Anya pergi ke mana saja tidak ada masalah yang terpenting bisa selalu bersama  Raditya itu sudah cukup. Cukup juga hatinya mulai terbakar cemburu karena Dita sepertinya mulai agresif.

"Kak Dita pacarnya Kak Raditya ya?" 

Serangan interogasi  Lea penasaran. Pasalnya saat pertama melihat mereka terlihat serasi dan mesra.

"Belum.... Bukan maksudnya," balas Dita terbata.

Yess. Berarti ada kesempatan, batin Lea. Ia tidak tau sama sekali kalau sebenarnya Anya adik angkat Raditya. Baginya kini hanya perlu bersaing dengan Dita saja.

"Kakak-kakak semua, bagaimana kalau nanti makan malam di rumah gue. Ya sebenarnya gue kemari diminta Papa untuk mengundang Kak Raditya dan Kak Dita. Oh ya, Kak Anya ikut juga ya," pinta Lea manja. 

Strategi Lea adalah mendekati Anya untuk mengetahui semua hal tentang Raditya dan juga, Lea bisa lebih leluasa datang ke rumah Raditya dengan alasan menemui Anya nantinya.

"Bagaiman, Nya?"
"Terserah Kakak aja."
"Lu.., Ta?" tanya Raditya.
"Ya mau gimana lagi. Ok lah, nanti malam kita ketemu di rumah, Lea."
"Bagaimana kalau gue jemput loe ? Biar kita sama-sama aja?" tanya Raditya pada Dita.

Ini adalah kesempatan bagus untuk Raditya mencari tau siapa sebenarnya papanya Lea.

Siapa pria bernama Bayu itu. Benarkah Bayu adalah ayahnya. Lantas kenapa tidak menemui keluarganya. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa alasannya?

"Radit, jadi pergi gak?" 

Eva baru saja keluar dari kamar atas, berjalan ditangga tengah  menuju keluar ke teras depan rumah.

"Siang, Tante." 

Sambut Lea dan Dita bersamaan. Kemudian mereka mencium tangan Eva bergantian.

Lagi-lagi Eva tertegun seolah tidak percaya, masih ada anak gadis ibu kota yang mau mencium tangan. Antara bahagia dan takut karena putra sematawayangnya di kerumuni gadis-gadis cantik.

"Tapi, Ma?"
"Udah ajak aja mereka semua!"
"Ok Mamiku sayang. Kalian semua ikut shoping ya!"

Raditya memang sudah berusia sembilan belas tahun lebih. Tetap saja  Eva masih memperlakukannya  seperti anak mama. Satu hal yang sangat di takuti Eva adalah jika Raditya mewarisi sifat playboy seperti ayahnya.

Cinta hadir tidak tau diri, semendak angin permainan menjadi rumit. Perasaan seperti berjalan di atas rawa es, licin dan mudah pecah. Apa yang akan terjadi? 

Next 

Daftar Isi Novel Cinta Terlarang 2

Indeks link 



Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. Bersama Bercerita Bisa dan Terimakasih. Ikuti terus cerita akan tayang secara on going.

<Sebelumnya>  <Sesudahnya>
Bebeb Admin
Bebeb Admin Admin Bebebs Belajar Bersama Bisa Comunity

Post a Comment for "Pencarian Anak Terbuang, The Lost Forbidden Love Returns 2 Episode 4"