Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kembalinya Putriku, Cinta Terlarang 2 Episode 7

Baca Novel Cinta Terlarang Ini Dosa Siapa? Session 2 Episode 7



Kekasih tidakkah kamu lihat Dita telah tumbuh menjadi gadis perawan yang cantik? Sosoknya, wajah dan periangnya mewarisi darimu. Maafkan aku karena mulai dari kelahiranya hinga menjadi dewasa dalam asuhan laki-laki lain.

Agra memang bukan ayah kandungnya! Kamu mengerti itu bukan? Asal kamu tau, ia menyayanginya lebih dari dirimu sendiri. Tangis keluh Alena Velovena dalam hati. 

"Gimana kabarmu?" 

Agra menatap mata Alena lekat. Mata yang sama sembilan belas tahun yang lalu pernah ada bernama suami. 

Sudah terlalu lama Alena  menenggelamkan diri menyibukan kerja. Kini, sudah waktunya memberikan waktu untuk Dita.

"Baik, masih seperti biasanya. Aku gak melihat Dita, di mana dia?" balik tanya Alena  yang kemudian duduk di atas sofa ruang tamu tengah. Rumah yang  pernah menjadi saksi bisu rumah tangga keterasingan. 

"Tadi siang ke luar dengan temannya," balas Agra mantan suaminya  itu. Laki-laki dulu  pernah mengisi hari-hari dalam hidup Alena sebelum akhirnya bercerai enam tahun yang lalu.

"Teman cewek apa cowok?"

"Cowok," balasnya dengan melemparkan senyuman.

Sekalipun sudah lama bercerai, Agra kenapa tidak menikah lagi. Apa mungkin masih bodoh menunggu Alena? Wanita idaman hatinya.


"Cowok? Kamu biarkan anak gadisku pergi dengan cowok, Gra?" Alena mendelik cemas.

"Dita itu sudah besar. Bukan anak kecil lagi yang harus aku atur," balasnya menatap miring.
Masih seperti dulu, hati laki-laki memang tidak terduga.

"Dita itu anakku! Aku yang melahirkan. Kalau kamu tidak bisa mendidiknya? Biarkan dia bersamaku."

"Aku yang merawatnya. Dita itu 'putriku!" balas Agra menantang.




Anakmu? Urya tidakkah kamu dengar itu. Agra yang tidak ada hubungan darah sama sekali dengan Dita, sangat peduli dengan putrimu. Kamu Urya? Sudah sembilan belas tahun kamu bahagia dengan istri pertama  dan anak-anakmu.

Bisakah sekali saja kamu menemui putrimu. Darah dagingmu, Urya. Sampai kapan kamu melupakan kami di sini? Alena hanya bisa meruntuki kebodohannya dalam hati.

Secara sebagai istri kedua, sebagai wanita, sebagai mama dan sebagai manusia. Alena juga memiliki hati dan rasa. Saat menanggung beban kerinduan semakin serat, apa yang bisa dilakukan selain menangis dan meratap?

Putri Satu-satunya dengan Segala Luka 


Pukul delapan malam, Dita akhirnya pulang ke rumah di antar oleh teman prianya. Alena  masih saja menganggap Dita putri kecil yang suka bersenandung.

"Ma, ini Raditya teman Dita." 

Gadis cantik beralis lentik itu  memperkenalkan teman prianya saat masuk dalam rumah. Sebuah rumah di kawasan elit di Jakarta. 

 "Raditya, Tante." Raditya menjulurkan tangan mengenalkan diri.

Masih mematung, Alena  hanya membalasnya dengan tersenyum. Sejurus melihat teman putrinya begitu saja. 

Semendadak angin, melihat wajah Raditya seolah tidak asing. Mata, alis, hidung bahkan suaranya membawa ingatan Alena pada sosok Urya. Pria yang saat bibir merekahnya menari-nari sekitaran leher membuat Alena membumbung tinggi ke angkasa, tepar kelonjotan.

"Jangan pulang dulu, Dit. Ayuk temani Om main catur," ajak Agra. 

Terlihat  Agra sudah sangat akrap dengan Raditya membuat hati Alena  sedikit lega. Bagaimana pun juga, selama ini Agralah yang telah merawat dan membesarkan putrinya Dita.

Ada angin apa? Dita mengajak Alena  ke kamar atas lantai dua. Padahal selama ini selalu kabur setiap diajak bicara.

"Raditya ganteng gak, Ma?" 

Pertanyaan Dita bagaikan petir gemelegar, membuat Alena kaget dan menyimpan berjuta pertanyaan. Ada apa dengan Dita?

Mungkinkah putri sematawayangku telah mulai mengerti cinta? Benar saja dia sudah berumur sembilan belas tahun. Keluh Alena dalam hati. 

Begitu saja tanpa  terasa dua titik mengantung menggelayut di dua mata Alena  membasahi pipi. Apakah itu  tangis kebahagiaan atau kesedihan?

Hanya satu hal yang pasti, putrinya  telah kembali. Dita kini tidak berlari, saat Alena temui.

"Ganteng. Tapi ganteng aja gak cukup, dia harus baik dan dapat di percaya," balas Alena sembari memeluk Dita  di atas ranjang.

Ada perasaan haru-bahagia sekaligus takut jika putri satu-satunya salah mengambil langkah. Takut jika karma masa lalu akan terulang kembali.

"Dita kenal Raditya sudah tiga tahun lamanya," balas putrinya  dengan wajah sumringah.

"Kalian...?"

Ah bagaimana caraku bertanya. Aku gak mau, putriku mengalami nasib  sama denganku seperti di masa lalu. Kak Urya apa yang harus aku katakan pada putri darah dagingmu ini? Alena menelan pertanyaan itu dalam minda.

"Apa, Ma?"

"Gak jadi. Kita temui Papamu dan Raditya di bawah. Masa tamunya di anggurin."

Tangis pecah, Alena memeluk Dita erat-erat dengan perasaan yang begitu dalam, begitu kuat. Seolah terdengar alunan Sekuat Hatimu- Last Child mengiringi rinai air mata membasahi pipi.

"Malam ini gak usah pulang ya, Ma. Tidur di sini temani Dita mau tanya banyak hal pada Mama," balasnya menyeka air mata Alena yang terus saja masih tertumpah.

Bagaimana seorang mama  mengabaikan putri kandungnya sendiri? Aku yang mengandung dan melahirkan Dita. Kasih sayang mama tak akan pernah musnah meskipun berkali-kali telah di pecundangi dunia. Sekalipun ke ujung neraka, aku lah mamanya Dita.

Kak Urya... Lihatlah kami di sini. Lihatlah sekali saja! Aku tidak menuntut agar bisa hidup bersamamu. Aku hanya minta akuilah Dita sebagai putrimu. Bisa 'kan? Remuk redam hati Alena.

"Ma... Jangan menangis lagi. Dita minta maaf jika selama ini selalu marah dengan Mama," tangis  Dita sendu-sedan.

"Mama gak nangis sayang," balas Alena sembari menghapus ingus yang masih saja meleleh.

Sebenarnya ingin aku katakan siapa sebenarnya ayahnya Dita, akan tetapi aku masih takut hingga saat ini. Mungkin suatu saat nanti jika sudah siap. Keluh Alena dalam hati lagi.

Kakak-beradik yang Tidak Saling Mengenal 


Denting jam terus belalu, dua pria itu masih asyik  bermain catur. Alena  duduk di sebelah Agra dan Dita di sebelah Raditya. Kehadiran Raditya telah membawa kebahagiaan untuk rumah itu.

"Kalian sudah gak ada pelajaran di sekolah kan, Ta? Besok atau lusa ajak Raditya ke rumah Mama ya."

"Ok siap, Ma. Iya kan Dit?" tanya Dita mencubitnya. "Ya, Tante," imbuh balas Raditya.

"Raditya selama ini juga tinggal sama adik dan mamanya saja di rumah loh!" jelas Dita.

"Papamu di mana, Dit?" Alena  sedikit introgasi.

Seolah petir menyambar hati Raditya, cowok ganteng teman putrinya itu hanya diam kelu. Terlihat jelas tubuhnya gemetar. Ada apa ini?

"Papanya Raditya sudah tidak ada semenjak dalam kandungan, Ma." Sahut Dita menjelaskan. 

Pria muda bermata elang itu hanya mengangguk mengiyakan.

Apa yang terjadi? Setiap aku melihat mata Raditya mengingatkan  pada Kak Urya. Ada hubungan apa denganya? Ah mungkin karena aku hanya merindukan ayah kandungnya Dita saja. Hati Alena dihinggapi perasaan bimbang. 

"Mulai sekarang anggap aku papamu sendiri, Dit," kata Agara seraya menepuk pundaknya. "Kamu bisa pangil aku Papa," imbuhnya.

"Iya... Om.. Papa.." balas Raditya terbata.

Papa mertua? Tidak Agra... Ditaku masih kecil. Kamu bahkan tidak bisa menikahkannya. Apa yang di pikirkan Agra? Kenapa dia merasa yakin kalau Raditya bisa di percaya untuk putriku. Alena menggerutu.

Apapun itu? Dita jauh lebih baik dari pada mamanya. Bagaimana tidak? Dia mengenalkan cowok pada keluarganya secara terbuka. Secara mereka masih sama-sama single berbeda dengan Alena  yang jatuh cinta dengan laki-laki beristri.

Akhirnya Raditya bisa mengalahkan Agra dalam permainan catur itu. Meskipun tadi dia sudah kalah berkali-kali. Itulah lelaki, segalanya dianggap adalah permainan.

Selalu saja hatiku  cemas jika Dita nantinya di jadikan permainan oleh Raditya. Rasanya masih saja belum siap melihat putriku jatuh cinta pada pria. Meski begitu, siapa yang bisa mencegahnya? Jawab. Keluh Alena dalam hati lagi dan lagi.

Apa yang akan terjadi dengan kakak-beradik  Raditya dan Dita nantinya. Bagaimana jika sampai bergaul rapat hingga menikah, salah siapa coba?

Next 

Daftar Isi Novel Cinta Terlarang 


Indeks link:  


(On Going) 


(On Going) 


Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. Bersama Bercerita Bisa dan Terimakasih.

Bebeb Admin
Bebeb Admin Admin Bebebs Belajar Bersama Bisa Comunity

Post a Comment for "Kembalinya Putriku, Cinta Terlarang 2 Episode 7"