Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Ada Cinta Tersalah Saat Menjelang Kelulusan Sekolah, Kembalinya Cinta Terlarang Episode 6

Novel Terlarang Ini Dosa Siapa? Session 2, Episode 6 




Benarkah manusia hidup  untuk menemukan keindahan? Adalah sisanya hanya bentuk penantian. Tidak lebih, demi pertumbuhan perasaan dan kenyataan kerap bermain dengan waktu membawa situasi tidak terkendali. Dita dan Raditya bagai pengelana dahaga menemukan oase di tengah padang pasir gersang. 

Hari di tunggu telah tiba, ujian nasional hanya bisa pasrah. Segala iktiar sudah Dita  jalani dengan segenap kemampuan yang ada. Akhirnya ia  lulus seratus persen, begitu juga dengan Raditya, Kanya dan teman-teman seangkatan. Tentu saja setelah melalui UN, UAS dan ujian praktek sekolah.


Rasanya cukup hampa, sekolah tidak menyenangkan seperti hari-hari sebelumnya. Selama menunggu wisuda dan akhir perpisahan, para siswa di bebaskan, boleh masuk, boleh tidak.

"Ngapain masih ke sekolah, Ta?"

Sebuah tanya membuat gadis judes berbibir mungil  menoleh pada cowok bermata tajam. Cowok yang dulu sangat dibenci. Beda sekarang, justru tatapan matanya memaksanya bertekuk lutut tidak berdaya.

"Loe  sendiri, ngapain?" Dita balik bertanya sinis. Entah mengapa saat di dekat Raditya, ia selalu merasa nyaman.

Sejujurnya dalam hati Dita  rindu suasana keramaian sekolah, rindu kesibukan-kesibukan mengerjakan tugas yang tidak pada jelas, rindu olah raga bareng teman-teman kelas, rindu bercengkrama di emperan kelas dan rindu canda tawa bapak ibu guru yang selalu sabar mengahadapi sikap para siswa-siswi.


"Gak ada! Gue cuma jalan-jalan aja dari pada bengong di rumah," balasnya sembari berjalan mendekat di samping Dita  yang berdiri mematung di lantai dua beranda kelas dengan melihat lapangan olah raga.

Sememangnya  Dita  tidak seperti kebanyakan anak SMA yang sudah mengenal asmara,  tidak banyak hal  bisa diceritakan. 

Hari-hari  Dita lalui banyak menenggelamkan diri dengan belajar bahkan selalu menjauh saat di dekati para cowok. Dita  hanya tidak ingin mengalami nasib seperti mamanya, Alena. Hamil dengan lelaki yang tidak bertanggung jawab. Dita bahkan belum pernah merasakan ciuman pertama seperti teman-teman seusianya.

"Gak sangka, sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolahan ini."

"Iya. Bagaimana kalau nanti sore kita jalan?"

"Baik. Kalau loe maksa."

"Jam 14:00 WIB nanti gue jemput loe di rumah," ucapnya seraya melangkah pergi.

Raditya  ngajak ngedate? Berulang kali Dita mencubit lengannya sendiri, masih tidak percaya itu  mimpi atau bukan.

Kencan Pertama Awal Cinta  Tersalah 



Tepat seperti janji  kencan yang telah  mereka buat, Dita dan Raditya kini tengah dalam perjalanan menuju kafe Jetski Pluit, Panjaringan, Jakarta Utara. Tempat tinggal Dita  di Jakarta Selatan. Entah mengapa Raditya justru  membawanya ke wilayah utara Ibu Kota.

Raditya mulai mencari tempat parkir setelah sampai pada gedung kafe. Setelah itu bersamaan ke luar dari mobil melangkah beriringan  mencari tempat duduk untuk melihat pemandangan yang sama. Ya itu pemandangan keindahan laut dan gedung-gedung pencakar lagit.

Tepat jam lima sore sepasang tampan-jelita tiba, Raditya memesan nasi ulam, kepiting jumbo lada hitam dan 2 minuman citrus squash. Makan berdua di tempat outdoor memang terasa romantis.

"Loe suka, Ta?" tanyanya terbata.

Dita  hanya menganguk tersenyum memandangnya dengan detak jantung tidak beraturan.

Apa yang harus Dita  katakan? Mulutnya benar-benar terkunci saat di hadapan Raditya. Bingung tidak tau harus bicara apa. 

Dita  meminta air putih pada pelayan. Lebih dari 30 menit tanpa suara hinga menu makanan yang sudah di pesan sudah habis di santap.

"Mau tau gak cara supaya air putih ini terasa manis saat loe minum?" tanyanya  mencoba mencairkan suasana.

"Apa coba?" tanya balik Raditya mengerutkan dahi. Dita  berdeham lalu menopang dahu dengan tangan memandangnya tajam. Cenat-cenut dadanya berdebar kencang. 

"Loe  minumnya sambil lihat gue!"
"Emang bisa?"
"Ya bisalah, secara gue manis gitu loh!"

Raditya terdiam menahan senyum, kemudian ia menopang dagunya mengikuti gadis cantik berambut lurus didepannya itu. 

Betapa Dita merasa malu, sejurus  ia membuang muka memandang pesona lembayung senja yang di suguhkan tempat ini memang tiada bandingannya.

Jangankan tersenyum lebar? Aku  hanya bisa menelan jelijihku  sendiri berkali-kali. Kenapa justru aku yang baper? Harusnya dia! Ini benar-benar menyebalkan. Keluh Dita  dalam hati meruntuki sikap konyolnya.


 "Malas gue ngomong ama loe." 

"Gue udah tau. Loe emang manis, Ta." Raditya  tersenyum lebar.

Sial! aku harus berjuang keras untuk menetralkan detak jantungku. Keluh Dita dalam hati lagi.

"Emang gue gula, kok manis?" Dita  jengkel sekaligus bahagia. 

Lagi-lagi Raditya hanya tersenyum, tanganya mengambil tangan Dita untuk di genggam. 

Moment Romantis Sekaligus Memalukan 


Kali ini peredaran darahnya benar-benar berantakan, akal sehatnya  benar-benar lumpuh. Apalagi saat ibu jarinya mengelus-elus mesra punggung tanganya? Sungguh Dita sudah terhipnotis cinta memabukkan jiwa.

"Gue suka ama lu, Ta."

Tembak Raditya melesat tepat mengenai jantungku. Gila! benar-benar gila! Aku sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi. Batin gadis beranjak dewasa itu dalam perasaan. 

"Apa loe  bilang, suka?" tantang Dita mendelik. 

"Ya gue cinta ama loe, Ta!" teriak Raditya melengking. 

Sontak saja semua mata pengunjung kafe melihat mereka berdua. "Mau gak loe  jadi cewek gue?" imbuhnya menantang.

Raditya lalu tergesa menyahut gelas air putih di tangan Dita  untuk di minum. Tatapanya membuat muka Dita memerah malu.

Sebenarnya aku juga cinta sama kamu, Dit! Tapi bagaimana cara mengatakannya? Aku hanya bisa menganguk sebagai tanda menerimanya.

"Bener, Ta?" tanyanya lagi meyakinkan.

"Ya... Gue juga cinta ama lu," balas Dita lirih. Ternyata harus menunggu hingga menjelang kelulusan, mereka  baru jadian.

Apakah kedepanya, Dita  bisa lulus ujian cinta hingga menuju pelaminan? Hanya waktu  akan menjawabnya. Setidaknya Dita punya masa-masa terindah saat SMA yang akan di kenang.

Lembayung senja di atas laut Jakarta Utara menjadi saksi hubungan tersalah  mereka. Saksi Dita  jadian dengan Raditya untuk yang pertama kalinya dalam hidup mereka. 


Sekarang Dita tersadar, ternyata cinta melumpuhkan logika. Mungkinkah logika mama juga lumpuh oleh 'pria' itu. Pria yang di tunggu mama dengan setia meski tidak kunjung datang? Setidaknya sekarang Dita  tidak menyalahkan Alena  lagi seperti biasanya.

"Karena kita sudah jadian, boleh gak gue kasih kenang-kenang buat loe,  Ta?" Dua manik mata Raditya masih saja memandang Dita  tidak berkedip sekalipun.

"Apa itu?" Tubuh Dita  gemetar.

"Boleh gak?"

Hanya anggukan kecil yang Dita berikan sebagai jawaban. Raditya tidak melakukan apapun, justru malah mengajaknya pulang. Setelah masuk dalam mobil di parkiran....

"Yakin loe gak bakalan marah gue kasih kenang-kenangan indah?" tanya Raditya menatap Dita  tajam.

"Ya gue janji gak bakalan marah."

Perlahan muka Raditya mendekat hingga bibirnya hampir menyentuh bibir Dita.  Karena spontans Dita melengos ke samping, ia hanya mencium pipi saja.

Mungkin Raditya kecewa karena Dita  belum siap untuk melakukan ciuman pertama. Tanpa sengaja Dita melihat celana Raditya sedikit basah membentuk lukisan keterasingan.

Dita membisu, tidak  bisa mengatakannya takut membuat Raditya malu.

"Maafin gue..." ucapnya  terbata.

"Gak apa-apa. Gue akan sabar menunggu itu!" balasnya seraya mencium keningnya mesra.

Sepertinya Raditya tidak paham, aku minta maaf bukan karena tidak mau memberikan ciuman pertama. Sebenarnya karena melihat celananya basah di bagian itu. Taulah sendiri tidak usah aku jelasin. Benar-benar memalukan, keluh Dita lagi dalam hati. 

"Melakukan di dalam mobil, sepertinya seru. Boleh, Ta?"

Rayu Raditya serius, matanya lekat dimata Dita penuh harap.

Next

Apa yang akan terjadi dengan cinta tersalah mereka? Silahkan ikuti terus kelanjutannya. 

Daftar Isi Novel Cinta Terlarang 


Indeks link:  



Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. Bersama Bercerita Bisa dan Terimakasih.

Bebeb Admin
Bebeb Admin Admin Bebebs Belajar Bersama Bisa Comunity

Post a Comment for "Ada Cinta Tersalah Saat Menjelang Kelulusan Sekolah, Kembalinya Cinta Terlarang Episode 6"