Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kisah Misteri Surat Kematian, Apakah Itu Yang Selama Ini Diinginkan?

Cerita Misteri Kematian terbaru





Cerpen Horor Bebebs.com - Suasana sejuk khas pegunungan begitu pekat di desa yang terbilang cukup terpencil dan dijaga keasliannya, meski era modern sering kali berdatangan untuk mengubah berbagai macam tradisi dan budaya warga setempat.

Warga masih tetap berpegang teguh akan tradisi turun-temurun. Lihat saja tempat ibadah yang paling menyita perhatian akan atas dari genting, alas masih dari semen, serta dinding terbuat dari anyaman bambu.

Warga dibuat Geger Suatu Pagi 

Cahaya lampu malam masih tersisa sepanjang perjalanan, seperti biasa usai melaksanakan sholat subuh warga setempat memilih untuk jalan bersama menuju rumah mereka, namun kejadian mengejutkan memunculkan rasa takut cukup lama. Pada seorang wanita berumur empat puluh tahun itu, Yatmi.

“Bapak, itu apa?” tanya Yatmi pada suami dan beberapa orang di dekatnya, “Itu apa yang digantung?” jelasnya lagi semakin ketakutan

Tampak pemandangan berbeda dari biasanya, pohon yang selama ini terlihat biasa saja seketika berubah menjadi keributan, bagaimana tidak. Jika pemandangan yang dimaksud adalah sosok wanita berusia lima puluh tahun tengah terg4ntvng hingga tidak lagi bernyawa.

Bambang yang tidak menahu apa yang dimaksud istri berjalan perlahan untuk mendekati pohon tersebut, hingga langkahnya seketika terhenti juga tercengang, “Astagfirullahadzim” tatapan masih tetap terdiam ragu mendekati

Mendengar ucapan kaget tersebut, beberapa orang yang lain ikut menghampiri, “Astagfirullahadzim, Pak. Kenapa ada kejadian seperti ini di kampung kita” sahut Yatmi menangis mendapati Sarmi telah meninggal dalam keadaan mengenaskan

“Astagfirullahadzim” serentak

“Kita berdua akan laporkan pak RT, jangan sampai ada yang mendekati, supaya nanti saat pengecekan akan tahu penyebabnya!” segera menuju rumah RT setempat untuk melaporkan kejadian ini, langkahnya sedikit berlari

Bambang selaku tokoh agama di desa, begitu menyayangkan melihat kejadian mengenaskan tersebut. Apalagi telah dijelaskan dalam agama Islam, bahwasanya melakukan tindakan bunuh diri sangat diharamkan dan termasuk dalam dosa besar.

Karena sama saja mendahului kehendak (Allah)Tuhan, atas hidup-mati makhluk ciptaannya, manusia tidak memiliki hak apapun atas nyawanya sendiri. Kecuali Allah(Tuhan) telah mengambil nyawanya dari dunia, untuk ditempatkan pada posisi yang sesuai perbuatan selama di dunia, Surga-neraka.

Jika ada manusia yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara salah maka di neraka akan terus-menerus merasakan sakit sebelum akhirnya meninggal. Bahkan lebih menyakitkan lagi, karena akhirat bersikap kekal yaitu selamanya.
 

Mencari Tahu Penyebab Kejadian 


Datanglah pak RT menghampiri, “Astagfirullahadzim, Bu Sarmi. Apa bapak-ibu sudah lama tahu sejak kapan kejadiannya?” tanya pak RT menunggu kedatangan polisi yang terbilang cukup lama datang, karena medan jalanan masih tanah dan usai terguyur hujan semalam

“Kami baru saja melihat usai dari masjid, saya pikir itu kain yang tidak sengaja tergantung gara-gara hujan angin semalam, pas saya lihat ada kakinya. Jelas saya kaget, pak. Langsung saja kasih tahu yang lain, ternyata Bu Sarmi bunuh diri” jelas Yatmi tidak berani melihat tubuh Sarmi terus tergoyang oleh embusan angin

“Pak Bambang, tolong dicek apakah ada orang lain di dalam rumahnya, siapa tahu anak-anak yang tinggal di kota berada di dalam. Soalnya minggu lalu mereka datang ke sini!” pinta pak RT melihat rumah masih tertutup rapat

Selang beberapa jam polisi telah datang menuju tempat terjadinya perkara, untuk mencari barang bukti dan melakukan pengecekan pada korban.

Pihak kepolisian mulai mengumpulkan beberapa data informasi tentang korban.  Keterangan saksi mata, penyelidikan pada lokasi  dan lingkungan tempat korban berada. 

Selanjutnya korban dibawa menuju proses autopsi, untuk mencari tahu lebih lanjut penyebab kematian, mobil ambulans telah siap membawa jenazah menuju rumah sakit yang berada di kota.

Butuh waktu cukup lama untuk proses perjalanan juga pengecekan pada tubuh jenazah, karena bekas ikatan pada leher terbilang lama, seperti sudah tiada sejak semalam. Apalagi badan juga sudah basah kuyup dan sangat kedinginan.
 

Ditemukan Sebuah Kejanggalan pada Korban 


Setelah dilakukan pemeriksaan eksternal atau bagian tubuh luar, termasuk data dan fakta mengenai korban dari fisik. Setelah itu, pemeriksaan internal guna mengetahui apakah ada luka, memar, cedera, dan jaringan kecil organ-organ apakah ada pengaruh obat-obatan.

Proses autopsi membuat waktu lama, sedangkan kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut hingga mengetahui penyebab sebenarnya kematian, mulai dari tempat kejadian hingga dalam rumah korban.

Warga setempat hanya bisa melihat sambil berbicara dengan warga lain mengenai kejadian yang tidak pernah terjadi di desanya, apalagi Sarmi terbilang janda kaya dan dermawan. 

Kejadian ini begitu memukul mereka yang begitu banyak dibantu olehnya.

Tidak menyangka orang baik seperti Sarmi bisa meninggal dalam keadaan mengenaskan, apalagi sejak kepergian semua anaknya ke kota, membuat Sarmi sering sendirian di rumah.

Keempat anak Sarmi yang memilih tinggal di kota belum juga kunjung datang. Yugo, Danang, Surya

“Assalamualaikum, Bu Yatmi” ucap Ningrum menangis sambil memeluk Yatmi

Ningrum adalah anak keempat, perempuan sendiri. Masih berusia sembilan belas tahun, memilih merantau ke kota untuk meneruskan pendidikan sesuai permintaan Sarmi, supaya bisa meneruskan usaha yang selama ini dimiliki.

“Waalaikumsalam. Kenapa baru datang, Ningrum?” tanya Yatmi ikut menangis melihat Ningrum, tidak tega jika harus ditinggal Sarmi di usianya masih muda

“Mas Yugo baru kasih kabar tadi malam. Jadi Ningrum langsung datang ke sini, Bu Yatmi. Kenapa ibu bisa berbuat seperti itu, apa selama ini ibu selalu menyembunyikan beban berat, sampai menutupi perasaan dari anak-anaknya.” Ucap Ningrum yang selalu tahu kalau Sarmi tampak baik-baik saja

“Harusnya Ningrum terus tinggal di desa ini, bukan malah merantau melanjutkan sekolah. Supaya bisa menemani ibu di rumah, mungkin ibu selalu kesepian” tambah Ningrum dengan hati tercabik sejak mendengar kabar tersebut

“Kamu yang sabar ya. Masmu Yugo, Danang sama Surya kenapa belum datang juga? Padahal sudah pak RT kabari dari kemarin?” tanya Yatmi mengelus bahu

“Ningrum enggak tahu. Bu! Aku mau ke sana dulu...” jelas Ningrum meminta izin untuk masuk ke dalam rumah pada kepolisian

“Permisi, Pak. Apa penyebab kematian ibu saya sudah ditemukan, apa benar yang sebenarnya terjadi dengan ibu saya?” tanya Ningrum masih belum bisa percaya begitu saja

“Kami pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan, apa benar Anda anak dari korban?” tanya salah satu polisi untuk mencari informasi tambahan

“Benar, saya anak korban” jelas Ningrum seketika teringat sesuatu yang beberapa bulan ini disembunyikan Sarmi dari anak-anaknya

“Pak boleh saya izin masuk ke dalam, sepertinya ada sesuatu yang dulu di sembunyikan ibu beberapa bulan sebelum kematian!”

“Baik, kami akan ikut untuk memastikan!” jelas pak polisi dengan rekan-rekan

Surat kematian, masihkah kalian mengelak?


Selama beberapa bulan Ningrum selalu memerhatikan tingkah laku yang tidak biasa pada ibunya, terutama selalu menulis pada selembar kertas, setelah itu dimasukkan ke dalam saku jaket milik almarhum ayah.

Ningrum telah mengambil jaket tersebut, lalu mengambil surat tersebut berharap itu bisa menjadi barang bukti. Rangkaian tulisan tangan latin terbilang sedikit berantakan, namun masih bisa terbaca jelas.

Setiap lembar surat tersebut mengembalikan pada kejadian lalu, tertulis di dalam surat tentang kenyataan yang sebenarnya, bahwa selama ini minuman dan makanan telah diberi racun oleh ketiga anak laki-lakinya.

Selain itu, hampir semua barang-barang dan surat berharga telah diambil mereka tanpa sepengetahuan Ningrum. Sarmi hanya memilih untuk mengikhlaskan semua yang diminta mereka, asal tidak menyakiti Ningrum.

Tertulis juga, bahwasanya mereka secara diam-diam telah merencanakan untuk membunuh Sarmi, ibu kandungnya sendiri. Itu semua tidak sengaja didengar saat Sarmi pura-pura tidur, namun kenyataanya mendengar obrolan mereka di ruang tamu dekat kamar.

Bersama air mata, semua telah tertulis pada selembar surat terakhir, juga ucapan minta maaf kepada Ningrum atas apa yang telah dilakukan ketiga kakaknya. Agar mereka berempat tidak saling membenci satu sama lain, karena masalah harta.

Sejatinya kasih sayang seorang ibu tidak akan bisa diukur oleh harta, bahkan kejahatan yang telah dilakukan masih ada rasa maaf dan ketulusan seorang ibu. Karena harta paling berharga adalah kasih sayang antara orang tua dan anak.

Pihak kepolisian segera menyuruh untuk menemukan pelaku berdasarkan surat yang telah dibaca, dan barang bukti langsung dibawa. Sambil mengumpulkan semua data dan informasi yang kuat untuk memutuskan masa penjara mereka bertiga.

The End
 

Daftar Kumpulan Cerpen Horor



Judul : Surat kematian, apakah itu yang selama ini diinginkan?

Penulis : lianasari993

Titimangsa : Jawa timur, 15 November 2021
Cerlians Admin
Cerlians Admin " Bukan Sekarang Tapi Nanti "

Post a Comment for "Kisah Misteri Surat Kematian, Apakah Itu Yang Selama Ini Diinginkan?"