Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ambyar! Gara-gara Senyumanmu, Aku Terbelenggu Rindu, Cerpen Remaja Romantis Mengharu Biru

Kumpulan Cerita Cinta Romantis Terbaru Bikin Rindu 



Bebebs.com-Demikian menyukai pelangi,  tidak perlu menjelaskan aku menyukai senyumanmu. Mewarnai hari-hari, terkadang merantai hati, aku sangat menikmati semua moment itu. Tidak ingin pergi lagi, seakan semua lelah musnah, segala gundah berganti bungah.


Senyumanmu begitu menakjubkan, aku rela terbelenggu rindu dan tidak mau melepaskannya. Senyumanmu menentramkan segala gusar, semendak angin semuanya ambyar dan hari itu.....


Seulas wajah culun berjerawat satu dua, dengan nafas terengah-engah, milik pemuda tanggung berumur 14 tahun yang mengintip diam-diam ke dalam kelasnya.

'Gawat ... sudah pada masuk kelas lagi!' ujarnya dalam hati dengan wajah cemas yang menggelayuti wajah tampan berkeringatnya.


Dilihatnya juga, Pak Seno, guru mata pelajaran Fisika yang terkenal sangar bin killer itu, tampak sedang fokus menuliskan tugas di papan tulis.

Lemas sudah sendi-sendi di seluruh tubuh bertinggi 160-an cm itu. 'Alamat dapat nilai jelek fisika lagi dong aku … ah payah. Nih gara-gara si bibi Inah lupa bangunin aku, mana mama papa lagi keluar kota lagi. Kesel!' batinnya.


Dia, Dimas, si 'tidak terlalu bandel' jika dibandingkan dengan teman-teman se-genknya ini, langsung balik ngeloyor ke arah kantin. Karena sia-sia saja kalau dia minta ijin masuk ke dalam kelas, pasti tidak diijinkan si 'mister gravitasi'.

Pak Seno suka sekali menerangkan tentang ilmu gravitasi, beberapa kali teman genknya, si Andra, juga si Lody, selalu diusir keluar kelas. Daripada malu di depan teman-temannya, mendingan ngadem minum es jeruk di kantin. Apalagi tadi belum sarapan. Sip markosip!


Baru saja menyeruput es jeruk yang dengan sukses mengakhiri sesi pelahapan tiga buah bakwan jagung kesukaannya, Dimas terperanjat, ketika pundaknya ditepuk seseorang dari belakang.

Secantik Senyum  Onaisa 


Tuhan … mati aku! Jangan-jangan si mister gravitasi mencari aku karena merasa kehilangan muridnya nan cakep ini. Atau klo gak guru BP yang sok berwibawa itu mau mengadiliku karena ngendon di kantin waktu jam pelajaran, atau apaan ya? prasangka Dimas dalam hati  yang semakin dag dig dug.

Ketika Dimas menoleh dengan enggan ... bukan wajah antagonis Pak Seno, apalagi si tersangka guru BP, ternyata ada seulas senyuman manis, bukan … manis sekali tepatnya! Dari seorang gadis mungil berwajah cantik. 

Dimas jadi semakin deg-degan … Oh, My God! Senyuman itu.

“Maaf, Kak … saya ngagetin yah?”
“I … iya.” 

Dimas mengangguk. Tapi bener, nggak pa pa kog, Dik …dikagetin sampai seratus kali kalo oleh kamu he eh, aku sanggup ajah, keluh  Dimas berkata hati lebih lancar.

”Ada apa ya?” Dimas pasang muka sok coolnya.

“Nggak, ini … saya kan murid baru, pindahan dari Jogjakarta. Saya bingung nih, Kak, dimana kantor TU sekolah ini. Mau ditempatkan di kelas mana. Sialnya tadi datang terlambat pula. Hmm jadi boleh minta tolong anterin nggak, Kak?”


Hmm, ini to yang namanya berkah di balik musibah itu? Nggak pa pa deh, dapat nilai fisika 5, yang penting dapat kenalan cewek cantik! Yes! Yes! Yes! Batin Dimas happy.


Seperti kebo dicocok hidungnya, Dimas mengantarkan cewek yang punya senyum manis itu, yang kemudian diketahuinya bernama Ona waktu ke kantor TU.

Hanyut Dalam Lamunan 


Betapa ayu wajah nan  sendu, apalagi senyumanya yang mengharu biru. Membawa Dimas hanyut, berenang  dalam lamunan : hanya ada wajah cewek yang menemuinya di kantin sekolah tadi. Senyumannya  begitu mempesona dan membikin jiwa merana. 

Lebih menyebalkan lagi, saat Dimas  menghapal pelajaran sejarah, namun tidak  terbayang wajah kepahlawanan Pangeran Diponegoro yang memakai sorban, justru malah tampak senyum di wajah cantik cewek itu. Sialan! 


Dimas lalu berniat mau mengerjakan hitung-hitungan pr matematikanya, malah terhitung jumlah dua kepang rambut Ona, tai lalat di pipi mulus itu ....

Dimas akhirnya membuka buku bahasa Indonesia, malah tercipta puisi penuh pemujaan terhadap gadis imut kumut-kumut bukan marmut. 


Bagaimana caranya terlepas dari sihir bukan ilmu fisika? Dimas bingung, ditutup semua buku pelajarannya untuk besok. Semua terasa sia-sia saja. Lalu dibaringkannya tubuh letihnya di pembaringan.


Hmm, ada apa sih ini? Dimas sungguh tidak mengerti.

Terbawa Hingga ke Kantin Sekolah 


“Ada apa sih lu, Dim? Dari tadi kulihat bengong mulu?” Lody mencomot pisang goreng hangat di piring kantin.


“Nggak ada apa-apa.” Dimas geleng-geleng kepala sambil memandangi gelas di depannya.


Terbayang lesung pipit Ona di es bubble tea rasa melon itu. Tuh, bubblenya seperti lesung pipit gadis itu. Nggak cuma dua, tapi lima, seratus, dua ribu …aduh, manis sekali!


“Nggak ada apa apaan … orang dari tadi ngeliatin bubble tea aja, emang ada apanya sih disitu?”Lody lalu mengambil dan melihat-lihat isi gelas plastik bubble tea Dimas. Nggak ada apa-apanya, biasa, sama persis minuman miliknya.


Dimas lalu mengalihkan pandangannya ke arah pisang goreng di piring, disentuhnya, hangat oi! Sehangat sikap Ona. Hmm, sayang kalo mau dimakan nih. Dimas tidak jadi mengambilnya.


Lody yang melirik tingkah laku sahabatnya itu, cuma bisa mendesah lirih, heran, ada apa sih dengan si Dimas akhir-akhir ini? Gaje banget!

Onaisa Kamu Apakan Aku? 


Angin segar harum menerpa wajah Dimas, dia menoleh, whew!

Ona!

“Kak Dimas, apa kabar? Ona udah masuk ke kelas satu F, main-main ke kelasku ya kalau ada waktu. Eh kabarnya kak Dimas itu pinter ya, wah, Ona senang deh sama cowok pinter, rajin ...." Dan masih banyak lagi celoteh riang gadis itu.

Dimas termangu, tertegun, terpesona, ter … segala-galanya.


Senyuman Ona memang mempesona?


Dimas jadi super rajin tiga bulan terakhir ini. Tidak ada lagi tidur yang terlalu larut malam. Sehingga tidak ada lagi telat bangun. Tanpa dibangunkan Bibi Inah, sudah bangun sendiri. Mandi, makan, lalu berangkat sekolah naik sepeda. Teratur !


Tidak ada lagi malas-malasan belajar. Nilainya yang dulu kadang jeblok sekarang jadi membaik. Bahkan mendekati juara.

Penampilan Dimas yang dulu acak-acakan, sekarang jadi rapi jali, rambut disisir, aroma wangi, pakaian dimasukkan, sepatu bersih, kaos kaki tiap hari ganti, pokoknya jadi cling dech!


Dimas berubah 180 derajat. Ditinggalkannya teman se-ganknya yang bandel-bandel itu. Berganti menjadi Dimas si rajin, pintar, rapi, teratur dan disiplin, kenapa?

Berakhir Sesakan Dada, Kok Bisa? 


Lho … Dimas jadi bengong, kenapa Ona jadi berubah gitu? Masih diingatnya kata-kata Ona barusan.

“Eh, cowok, jangan sok akrab deh … emang kamu siapa sih?”
“Lho, kamu kan …?”
“Siapa? Aku nggak pernah lihat kamu tuh!” Ona lalu pergi begitu saja.


Skak mat! Hancur sudah seluruh harapan itu. Dimas sungguh tidak mengerti.

Bak Pinang Dibelah Dua 


“Hahaha!” Ona tertawa melihat kebingungan di wajah kakak kelas idolanya tersebut, ketika DImas bercerita tentang kejadian seminggu yang lalu.


“Kak Dimas, gini lho, yang judes kepada kakak itu pastinya bukan Ona, tapi Isa, saudara kembar identik Ona yang sekolah di ujung sana. Muka kami memang mirip banget kog, tapi sifat kami berbeda. Jadi maafin Isa ya, maafin Ona juga tidak cerita ke Kakak.”

O, begitu, puihh! … Dimas tersenyum lega.

Semua ini gara-gara senyum manis itu.

Senyum Ona dan Isa, dua bersaudara kembar yang persis bak pinang terbelah dua, cantik sekali.


Senyum Monalisa, memang ngetop dan telah mempesona semua orang di dunia. Tetapi ini hanyalah senyum OnaIsa … telah berhasil membuat jungkir balik dunia seorang Dimas.


The End

Daftar Isi Cerpen


Indek Link Cerpen Remaja Romance

Judul : Secantik Senyum Onaisa

Author: riwidy

Bio penulis :

Namanya Rini Widyastuti, Cukup panggil nama penanya Riwidy. Ibu dua anak satu suami.

Emak yang tak mau berhenti belajar literasi ini meski tertatih begitu mencintai kata, dan sekarang fokus untuk monetize karya melalui platform novel dan blog.

Jumpai dia :

Fb : Riwidy/Rini Widyastuti/ riwid93@yahoo.com
IG/Kaskus : riwidy
Twitter/Wp : @riwidy09
KBM : Riwidy09
GN n Novelme : riwidy
Telegram /WA :08525953xxxx 

Selamat membaca dan jangan lupa bahagia. Bersama Bercerita Bisa dan Terimakasih.

Bebeb Admin
Bebeb Admin Admin Bebebs Belajar Bersama Bisa Comunity

Post a Comment for " Ambyar! Gara-gara Senyumanmu, Aku Terbelenggu Rindu, Cerpen Remaja Romantis Mengharu Biru "